Kamis, 12 Mei 2016
surtiyana sukses: surtiyana sukses: CARA TRADISIONAL MENGETAHUI KEAS...
surtiyana sukses: surtiyana sukses: CARA TRADISIONAL MENGETAHUI KEAS...: surtiyana sukses: CARA TRADISIONAL MENGETAHUI KEASAMAN TANAH : "CARA TRADISIONAL MENGETAHUI KEASAMAN TANAH Salam pertanian!! Rekan-re...
Senin, 23 September 2013
TERNAK AYAM BROILER PEDAGING
Tingginya harga daging ayam saat ini mungkin akan menjadi sebuah pemacu minat anda untuk membuka usaha ternak ayam
pedaging. Sebelum anda jauh melangkan membuka usaha ternak ayam
broiler alangkah baiknya pahami terlebih dahulu sistem yang umum
dijalankan oleh peternak. Selain itu sempatkan diri anda membaca
analisa usaha ternak ayam pedaging dan juga resiko-resikonya. Saya lupa
apakah di blog ini pernah saya butakan analisa usaha ternak ayam
broiler atau belum, jadi jika tidak ditemukan mohon dikabari melalui
form komentar agar saya bisa melampirkan analisa usaha tersebut.
Sistem usaha ternak ayam pedaging yang umum saat ini ada dua yakni:
Dua hal tersebut diatas harus anda pertimbangkan sebelum menjalankan bisnis ayam pedaging, Jika anda kesulitan dalam akses pemasaran maka sebaiknya pilihlah mendirikan usaha ternak ayam pedaging dengan sistem kemitraan. Namun jika anda menguasai akses pemasaran dan memahami teknik budidaya ayam pedaging (broiler) maka sebaiknya dirikanlah peternakan ayam secara mandiri. Semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi anda yang ingin membuka usaha ternak ayam pedaging dan untuk cara ternak ayam pedaging dari hari kehari mungkin belum sempat saya samapikan saat ini namun dilain kesempatan mudahh-mudahan bisa dipublikasikan di blog ini.
Sistem usaha ternak ayam pedaging yang umum saat ini ada dua yakni:
- Sistem kemitraan, dalam kemitraan ayam broiler sama saja dengan kemitraan pada ternak ikan lele, dimana dalam kemitraan ada yang berindak sebagai Inti dan ada yang bertindak sebagai plasma. Inti dalam kemitraan ternak ayam pedaging harus dalam bentuk badan hukum yang jelas (perusahaan), apakah itu PT atau CV. Kewajiban perusahaan inti disini adalah; menyediakan bibit, menediakan pakan, menyediakan tenaga penyuluh, menyediakan obat-obatan dan menjamin pemasaran hasil panen ayam pedaging dari plasma. Namun demikian Inti juga memiliki banyak hak yang diatur jelas dalam sebuah MOU (kontrak kerjasama/ kesepakatan). Hak dan kewajiban plasma dan inti kemitraan ternak ayam broiler ini berbeda-beda pada setiap kemitraan, namun yang pasti hak dan kewajiban tersebut akan tercantum jelas pada kontrak kesepakatan. Plasma dalam kemitraan ayam pedaging adalah para peternak. Keuntungan utama budidaya ayam broiler sebagai plasma (peternak) dengan sistem kemitraan ini adalah pemasaran hasil panen terjamin dan harganya sesuai dengan kontrak dengan perusahaan inti yang ditetapkan di awal kerjasama kemitraan.
- Sistem mandiri, dimana peternak ayam broiler membudidayakan ternaknya secara mandiri baik itu pendirian kandang, penyediaan DOC ayam broile, pakan, obat-obatan hingga pemasaran harus dijalankan sendiri oleh si peternak ayam pedaging tersebut. Keuntungan budidaya ayam pedaging secara mandiri salah satunya adalah harga jual ayam sesuai dengan harga pasaran, jadi ketika harga daging ayam sanagt tinggi seperti saat ini sudah bisa dipastikan peternak ayam pedaging mandiri akan memperoleh untung yang berlipat-lipat. Namun kerugiannya juga ada yakni pemasaran harus dilakukan sendiri oleh peternak sehingga hasil panen belum tentu terjual tepat pada waktu yang optimal, sehingga dapat menyebabkan kerugian besar akibat biaya pakan yang semakin hari semakin meningkat. Biaya perawatan (budidaya) ayam pedaging (broiler) yang paling besar adalah biaya pakan.
Dua hal tersebut diatas harus anda pertimbangkan sebelum menjalankan bisnis ayam pedaging, Jika anda kesulitan dalam akses pemasaran maka sebaiknya pilihlah mendirikan usaha ternak ayam pedaging dengan sistem kemitraan. Namun jika anda menguasai akses pemasaran dan memahami teknik budidaya ayam pedaging (broiler) maka sebaiknya dirikanlah peternakan ayam secara mandiri. Semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi anda yang ingin membuka usaha ternak ayam pedaging dan untuk cara ternak ayam pedaging dari hari kehari mungkin belum sempat saya samapikan saat ini namun dilain kesempatan mudahh-mudahan bisa dipublikasikan di blog ini.
MENARIK LABA DARI TERNAK SAPI RUMAHAN
Populasi penduduk di Indonesia terbesar keempat di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk yang tinggi diikuti pula dengan meningkatnya konsumsi daging sapi di tanah air terutama ketika hari raya tiba. Untuk memenuhi permintaan pasar yang kian melonjak, usaha peternakan sapi skala rumah tangga patut untuk dikembangkan. Upaya yang dinilai mampu memberi kontribusi berarti bagi roda perekonomian bangsa itu juga disinyalir bermanfaat bagi perwujudan swasembada daging sapi di tanah air.
Program usaha ternak skala rumahan terbukti membawa perubahan yang signifikan terutama bagi peternak. Program ternak rumah tangga yang ada di area Sumatra Barat (Sumbar) misalnya. Di sana, bisnis ternak sapi potong skala rumah tangga telah marak digerakkan. Dengan cara konvensional, peternak sapi potong kelas rumahan itu mampu mengembangkan usahanya dengan keuntungan yang memadai.
Sistem budi daya ternak sapi berskala rumah tangga ini sudah lama diterapkan di kota Sawahlunto, Sumbar, tepatnya sejak tahun 2003 lalu. Menurut pandangan Pemerintah Kota (pemkot) Sawahlunto, penerapan sistem ini tak hanya mendorong laju pertumbuhan produksi sapi potong dalam negeri tapi juga memberi pendapatan hingga berlipat ganda kepada peternak kecil sebagai mata pencariannya.
Usaha ternak sapi potong kelas rumahan sangat ekonomis, baik dari sisi biaya pemeliharaan maupun biaya pembuatan kandang. Karena skalanya kecil, pembuatan kandangnya pun biasanya berbentuk tunggal. Meski demikian, untuk memeroleh kualitas sapi potong yang bagus, ukuran kandang usaha sapi potong rumah tangga tak jauh berbeda dengan ukuran kandang untuk pembudidayaan sapi komersiil dalam skala besar. Begitu pula untuk masalah pakan ternak dan proses pemeliharaan sapi potong.
Para peternak sapi potong kelas rumahan diberi pelatihan khusus untuk mengikuti standard pemeliharaan sapi potong skala besar. Pelatihan ini meliputi knowledge transfer kepada peternak dalam memilih bibit sapi potong. Misalnya dari segi bentuk badan, bibit tipe sapi potong umumnya mempunyai bentuk badan persegi panjang atau berbentuk bulat silinder. Sementara badan bagian muka, tengah dan belakang tumbuh sama kuat dan garis badan bagian atas dan bawah sejajar. Dengan demikian, kualitas daging sapi potong yang dihasilkannya sama dan layak untuk dikonsumsi dengan sapi potong dari peternak kelas besar.
Pemberian kepercayaan dan pelatihan kepada peternak skala rumah tangga yang dijalankan di kawasan Sawahlunto ini membuahkan hasil yang patut dibanggakan. Dalam tempo waktu enam bulan, peternak sapi potong kelas rumahan bisa memeroleh keuntungan sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta per satu ekor sapi potong. Padahal, dalam satu rumah tangga, sapi potong yang dibudidayakan rata-rata 2 hingga 3 ekor. Kalau harga bibit satu ekor antara Rp6 juta – Rp7 juta, sementara setelah dipelihara selama 6 bulan, harga sapi di pasaran meningkat antara Rp10 – Rp11 juta, keuntungan peternak bisa mencapai Rp4 juta – Rp5 juta per ekor. Laba ini pun bisa berlipat ganda saat hari raya keagamaan tiba, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Natal.
Nah, itu baru keuntungan yang didapat jika dilihat dari sisi profit peternak. Bila dipandang dari sisi jumlah produksi ternak, katakanlah ada 1.000 peternak skala rumah tangga dalam satu kawasan dengan total ternak sapi potong sebanyak 3 ekor. Dalam waktu enam bulan sesudah melewati masa pemeliharaan akan tersedia 3.000 ekor sapi potong lokal yang siap untuk dikonsumsi.
'Manarik Laba Dari Ternak Sapi Rumahan':
Senin, 03 Juni 2013
BAKSO AYAM
Bahan :
§ 250
gram daging ayam/sapi/ikan
§ 25
gram sagu aren ( 10 % dari berat daging)
§ 1
sendok makan bawang putih (goreng)
§ 2
sendok makan bawang merah (goreng)
§ ½ sendok teh merica halus
§ 1
sendok teh gula putih
§ ½ sendok teh penyedap rasa
§ 1
ujung sendok teh polifosfat (0,3 % - 0,5
% dari berat daging)
§ 1
sendok makan Garam ( 3 % dari berat daging)
§ 75
gram Es batu (30 % dari berat daging)
Alat :
§ Gilingan
daging, Blender, Kompor, panci, dll
Cara membuatnya :
§
Giling/cincang daging
§
Tambahkan garam, folifosfat dan es batu, kemudian blender hingga teraduk
dengan rata (kira-kira 1 menit)
§
Tambahkan bahan lainnya ( sagu, bawang putih,
bawang merah, merica, gula, penyedap rasa), kemudian blender kembali hingga
halus
§
Cetak adonan dan masukkan ke dalam air panas
(kira-kira 60ยบ- 70 ยบ C selama 5 menit)
§
Jika bakso telah terapung angkat dan tiriskan
§
Rebus baso hingga matang (kira-kira 5 menit) dan
bakso siap dikemas
Senin, 04 Februari 2013
PEMIJAHAN KATAK LEMBU
BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KARANGPLOSO
INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN WONOCOLO1997
PENDAHULUAN
Katak lembu atau bull frog (Rana Catesbiana) merupakan salah satu komoditi
andalan perikanan untuk tujuan ekspor. Katak ini sudah terbukti mempunyai
beberapa kelebihan diantaranya lebih jinak, cepat menyesuaikan lingkungan
buatan dan ukurannya lebih besar daripada katak lokal. Budidayanya telah
berkembang dengan baik di Jawa Timur.
Namun dalam perkembangan selanjutnya timbul permasalahan yaitu belum
adanya keseimbangan antara produksi benih (kecebong dan percil) dengan
usaha pembesaran. Akibatnya harga benih naik diatas harga normal sehingga
kurang menguntungkan bagi perkembangan usaha pembesaran karena adanya
kenaikan biaya produksi. Untuk itu perlu upaya meningkatkan produksi benih
melalui pengembangan dan intensifikasi pembenihan, agar benih tersedia dalam
jumlah yang cukup, tepat waktu dan tepat mutu.
TEKNIK PEMIJAHAN
Pemijahan katak lembu ada 2 cara yaitu pemilahan secara tradisional dan
pemilahan secara intensif.
PEMIJAHAN TRADISIONAL
Cara ini dianjurkan bagi peternak pemula yang belum pengalaman pemijahan
dilakukan di kolam plesteran berbentuk empat persegi panjang dengan luas
antara 20 - 50 m2 dan tingginya kurang lebih 1 m. Bagian tengah kolam berupa
tanah atau daratan ,bentuknya seperti pematang yang di sisinya ditanami rumput
dan tales. Agar lebih teduh dan alami, diatas pematang sebaiknya diberi atap atau
peneduh dari karton bekas atau genteng dan dipasang alat penyemprot air taman
untuk membuat hujan buatan. Manfaat dari pematang ini sebagai tempat untuk
istirahat dan arena percumbuan antara induk jantan dan betina. Sedangkan
bagian kolam yang lain diisi air sedalam kurang lebih 30 cm dan diberi tanaman
enceng gondok.
Pemijahan tradisional merupakan cara memproduksi benih yang bersifat masal
karena dalam satu unit kolam pemijahan diisi banyak pasangan induk jantan dan
betina. Sebagai patokan, tiap meter persegi kolam pemijahan tradisional dapat
diisi 1-2 pasang induk jantan dan betina.
PEMIJAHAN INTENSIF
Cara ini dianjurkan bagi peternak yang sudah berpengalaman dan trampil.
Pemijahan dilakukan di kolam plesteran berbentuk empat persegi panjang dengan
ukuran 1,5 x 2 m dan tinggi sekitar 80 cm. Air kolam berasal dari sumur atau
sumber lain, yang dialirkan ke unit-unit kolam melalui pipa paralon ukuran 1 dim
yang dilubangi, sehingga keluarnya air dari pipa seperti pancuran. Dasar kolam
dibuat agak miring sedikit agar air yang masuk ke kolam melalui pipa paralon bisa
langsung ke luar (terbuang).
Kolam pemijahan intensif biasanya disebut kolam pasangan karena setiap unit
kolam diisi induk jantan dan betina dengan perbandingan 1 jantan : 1 betina atau
2 jantan : 1 betina, Menurut pengalaman perbandingan jantan dan betina 2 : 1
proses perkawinan lebih cepat karena adanya persaingan induk jantan untuk
mendapatkan sang betina.
PERSYARATAN INDUK DAN PROSES PEMIJAHAN
Induk dipilih yang sehat dan. tidak cacat, beratnya antara 300 - 500 gram per
ekor, umur 18 bulan untuk betina dan 12 bulan untuk pejantan. Terjadinya
perkawinan biasanya pagi hari di tandai dengan katak jantan berada diatas katak
betina. Pada waktu perkawinan berlangsung jangan sampai terganggu, sebab bila
terganggu katak jantan akan melepas katak betina dan untuk terjadinya
perkawinan berikutnya biasanya memerlukan waktu yang agak lama.
Setiap memijah, 1 ekor induk dapat menghasilkan telur antara 5.000 -20.000 butir
tergantung dari kualitas induk, dan berlangsung sebanyak 3 kali per tahun.
PEMELIHARAAN LARVA DAN KECEBONG
Pada pembenihan intensif, induk yang sudah bertelur dipindah ke kolam yang
lain, dan telur tetap di kolam pemijahan untuk dipelihara sampai menjadi
larva/kecebong selama 1 bulan. Sedangkan pembenihan tradisional induk tetap
berada di kolam, dan telur diambil dari kolam pemijahan untuk dipindahkan ke
kolam pemeliharaan larva yang bentuknya seperti kolam pemijahan intensif.
Kecebong yang telah berumur 1 bulan di kolam pemijahan atau pemeliharaan
larva, dipindah ke kolam kecebong sampai menjadi percil. Ukuran kolamnya 10 -
20 m2 atau lebih, tergantung dari luas lahan yang tersedia. Kolam ini berisi air
sedalam 50 cm dengan padat penebaran 1.000 - 1.500 ekor per meter persegi.
PAKAN
Pakan yang diberikan untuk induk berupa pakan buatan (pelet) terapung dengan
ukuran 8 mm, sedangkan kecebong dan percil juga diberikan pakan buatan tetapi
ukurannya lebih kecil.
PEMASARAN HASIL
Sesuai dengan perkembangan pasar yang ada benih katak sudah dapat dipanen
dan laku dijual mulai ukuran kecebong, Keadaan ini sangat menguntungkan para
pembenih karena perputaran modal lebih cepat dan keuntungan yang diperoleh
cukup tinggi.
Oleh: - Anang Muhadyanto
Diproduksi : IPPTP Wonocolo
Sumber Dana : APBD Tk. I Jatim Tahun Anggaran 1997/1
Jumat, 18 Januari 2013
ABON SAPI
Bahan :
- Daging sapi 500 gram
- Gula merah 100gram
- Bawang merah 10 siung
- Bawang putih 10 siung
- Ketumbar 2 sendok makan
- Sereh 5 batang dan daun salam 5 lembar
- Garam 30 gram
- Laos/lengkuas sebesar ibu jari
- Santan dari 1 butir kelapa
Alat :
- Panci
- Ulekan/penumbuk daging
- Penggorengan
- Pengepres atau kain saringan
Cara Mengerjakan :
-
Daging bersama sereh dan daun salam direbus hingga empuk, setelah
empuk dipukul-pukul dan disuir-suir
-
Campurkan bumbu yang telah dihaluskan ke dalam daging yang telah
disuir-suir
-
Tambahkan santan dan digodok dengan api kecil hingga kering
-
Daging ditumbuk sampai halus seperti sabut , kemudian digoreng
dengan minyak panas sampai kering, bila sudah matang, abon dipres dengan alat
sampai minyak habis.
-
Selanjutnya abon di oven pada suhu 80ยบ C hingga kering
-
Masukkan ke dalam plastik tranparan dan beri label.
Jumat, 09 Desember 2011
AMONISASI JERAMI PADI UNTUK PAKAN
1. KELUARAN
Jerami padi dengan kecernaan lebih baik
2. BAHAN
1) Jerami padi
2) Urea
3) Molases
3. ALAT
1) Timbangan
2) Plastik
3) Ember
4) Skop
5) Cangkul
6) Sendok
7) Alat penyiram
4. PEDOMAN TEKNIS
1) Perlakuan amonisi jerami padi :
- 4 kg urea
- 100 kg bahan kering jerami padi
2) Cara perlakuan :
- Urea (4 kg) dicampur dengan air 100 liter
- Kemudian jerami padi disiram air larutan urea hingga merata lapis perlapis
- Kemudian tutup dengan plastik, hingga kedap udara
- Diamkan selama 1-2 minggu untuk proses amonisi
3) Proses amonisi dapat dilakukan di dalam tempat khusus misalnya drum
bekas atau di tempat lainnya, yang ditutup dengan plastik kedap udara.
4) Proses amonisi bila sempurna ditandai tekstur jerami relatif lebih mudah
putus, berwarna kuning tua atau coklat dan bau monia. Untuk mengurangi
bau amonia, jerami harus dianginkan selama 1-2 jam sebelum diberikan
pada ternak.
Langganan:
Postingan (Atom)