Jumat, 13 Mei 2016

Cara Membuat Silase

 Indonesia adalah negara yang mempunyai dua musim, musim hujan dan musim kemarau, Sangat cocok untuk usaha peternakan seperti sapi, kambing, domba dll. Karena terbatasnya rerumputan pada musim kemarau.
Melimpahnya hijauan pada musim hujan adalah sauatu kesempatan bagi peternak untuk menyimpan pakan hijauannyauntuk musim kemarau. Tapi bagaimana caranya pakan hijauan tersebut yang disimpan tidak kering dan nilai gizi atau protein tidak berkurang, dan pakan hijauan tersebut dapat disimpan selama 1 bulan, 2 bulan atau 6 bulan bahkan 1 tahun. Untuk itu diperkenalkan salah satu lagi teknologi pengewatan pakan hijaun ternak yaitu Silase.
Pakan hijaun yang telah dipotong dari lahan seperti Rumput Gajah, kemudian dikeringkan dengan kandungan air 60% sebelum disimpan dalam kondisi tertutup tanpa udara atau yang biasa disebut anearob.
Cara membuat silase
Kenapa pakan hijauannya ini perlu dikeringkan? Pengeringan ini dilakukan untuk mengurangi kadar air hijaun, jadi pakan hijauan ini tidak dapat cepat rusak. Pengeringan bisa dilakukan dengan menggunakan mesin pengering, atau mau lebih hemat bisa dijemur bentar dibawah terik matahari.
Apa itu silase? silase merupakan pakan hijauan ternak yang diawetkan yang disimpan dalamkantong plastic yang kedap udara atau silo, drum, dan sudah terjadi proses fermentasi dalam keadaan tanpa udara atau anaerob. Proses silase ini melibatkan bakteri-bakteri atau mikroba yang membentuk asam susu, yaitu Lactis Acidi dan streptococcus yang hidup secara anerob dengan derajat keasaman 4(pH 4).
Oleh karena itu mengapa pada saat proses silase pakan hijauan ternak yang tersimpan dalam kantong plastik atau dalam silo harus ditutup rapat, sehingga proses silase berjalan dengan baik dan pakan hijauan tidak cepat dibusukkan oleh bakteri lain dan jamur.
 Tujuan Membuat Silase Untuk Pakan Ternak
  1. Sebagai cadangan dan persediaan pakan ternak pada saaat musim tanpa penghujan (kemarau) yang panjang.
  2. Untuk meyimpan dan menampung pakan hijauan yang berlebih pada saat musim hujan, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu pada saat musim kemarau.
  3. Memanfaatkan pakan hijauan pada saat kondisi dengan nilai nutrisi terbaik seperti protein yang tinggi.
  4. Mendayagunakan sumber pakan dari sisa limbah pertanian ataupun hasil agroindustri pertanian dan perkebunan seperti bekatul, dedak, bungkil sawit, ampasa tahu,tumpi jagung, janggel jagung.
Proses Membuat silase:
Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan:
  1. Tetes tebu(molasses) = 3% dari bahan silase
  2. Dedak hulus =5% dari bahan silase
  3. Menir =3.5% dari bahan silase
  4. Onggok = 3% dari bahan silase
  5. Rumput Gajah atau hijauan sebagai bahan silase
  6. Silo atau kantong plastik.
Cara membuat Silase
  • Potong rumput hijau tersebut dengan ukuran 5-10 cm dengan menggunakan parang, atau dengan menggunakan mesin chopper. Potongan rumput yang kecil tujuannya agar rumput yang dimasukkan dalam silo dalam keadaan rapat dan padat sehingga tidak ada ruang untuk oksigen dan air yang masuk.
  • Campurkan bahan pakan tersebut hingga menjadi satu campuran.
  • Bahan pakan ternak tersebut dimasukkan dalam silo dan sekaligus dipadatkan sehingga tidak ada rongga udara.
  • Bahan pakan ternak dimasukkan sampai melebihi permukaan silo untuk menjaga kemungkinan terjadinya penyusutan isi dari silo. Dan tidak ada ruang kosong antara tutup silo dan permukaan pakan paling atas.
  • Setelah pakan hijauan dimasukkan semua, diberikan lembaran plastik, dan ditutup rapat, dan diberi pemberat seperti batu, atau kantong plastik, atau kantong plastic yang diisi dengan tanah.
Cara pengambilan silase
  • Sesudah enam sampai delapan (6—8) minggu proses ensilase telah selasai, dan silo dapat dibongkar, selanjutnya diambil ensilasenyas. Proses silase yang benar dapat bertahan satu sampai dua (1—2) tahun, bahjkan lebih.
  • Pengambilan silase secukupnya untuk pakan ternak, contonya untuk 3-5 hari.
  • Silase yang baru dibongkar sebaiknya dijemur atau diangin-anginkan terlebih dahulu.
  • Jangan sering-sering membuka silo untuk mengabil silase, ambil seperlunya, dan tutup rapat kembali silasesnya, agar silesa tidak mudah rusak
Ciri-ciri silase yang baik.
  • Rasa dan wanginya asam
  • Warna pakan ternak masih hijau
  • Teskstur rumput masih jelas
  • Tidak berjamur, tidak berlendir, dan mengumpal

Teknologi Pembuatan Pakan Komplit Untuk Ternak

Complete feed atau pakan komplit merupakan pakan ternak yang lengkap yang bisa melengkapi dan memenuhi nutrisi dan gizi yang dibutuhkan ternak selama satu hari(24 jam). Pakan lengkap ini adalah kombinasi, campuran, gabungan dari pakan hijauan, kosentrat yang berprotein tinggi, pakan yang berserat, dan pakan suplemen.
Agar pakan lengkap ini berkualitas untuk ternak, diperlukan pengolahan yaitu dengan Teknologi pembuatan pakan komplit yang disebut dengan fermentasi yang menggunakan probiotik.
Keunggulan menggunakan pakan komplit.
  • Peternak tidak harus lagi membanting tulang untuk mencari rumput(ngarit) setiap hari, sebab dengan fermentasi, pakan komplit dapat bertahan dan simpan lama sebagai cadangan pakan pada saat musim kemarau.
  • Kita tidak perlu lagi memperkajakan banyak tenaga kerja, hanya dengan satu orang, mampu memelihara kambing atau domba lebih kurang sekitar 200 ekor, begitu juga dengan sapi yang dapat dipelihara oleh 1 orang dengan jumlah 20 ekor
  • Tentunnya kualitas pakan ternak terjamin dengahn nutrisi yang lengkap sesuai dengan kebutuhan ternak.
Bahan Pakan Dan Peralatan Yang Diperlukan:
  • Bahan pakan berserat contohnya: rumput hijauan, jerami jagung, jerami jagung, klabot jagung, janggel jagung, kulit singkong, kulit kacang, brangksan kacang hijau.
  • Pakan Kosentrat: bahan pakan yang bermutu tinggi atau berproten tinggi. Baik dari satu bahan pakan atau lebih. Contonya adalah Dedak padi, bekatul, ampas tahu, pollard atau dedak gandum, dedak jagung, bunkil sawit, dll atau pun pakan kosentrat yang dijual dipasaran.
  • Bahan suplemen: garam dapur, molasses atau tetes tebu, urea, dan probiotik yang sering kita temui di pasaran contohnya : starbio, probion, EM4, ragi tape jerami, SOC HCS, Probiotik Tangguh Nasa, Biofad, Probion, dll.
  • Peralatan: Alat atau mesin pencacah/chopper, bak penampung sebagai tempat fermentasi, missal, silo, kantong plastic kedap udara, dlll. Terpal, gayung, kayu atau bamboo, sekop sebagai pengaduk.
Proses Pembuatan Pakan Komplit
  • Bahan pakan sumber serat dicacah dengan chopper/mesin pencacah, kemudian diletakkan diatas terpal, hasil cacahan yang kecil akan semakin baik, karena saat pencampuran akan homogen (mudah tercampur dengan merata).
  • Di atas cacahan pakan serat, ditambahkan konsentrat sebagai protein tinggi
  • Tambahkan garam dapur dalam air secukupnya, tambahkan urea dengan air secukupnya. Setelah garam dapur dan urea telah larut. Kemudian baru ditambahkan molasses atau tetes tebu dan probiotik. Jika diperlukan agar dapat menambahkan air seperlunya.
  • Semprotkan/percikan larutan garam dapur, urea, tetes tebu, dan probitiok di atas hamparan bahan pakan berserat. Kemudian diaduk-aduk rata dan bila diperlukan menambahkan air kembali, sehingga kandungan air mencapai 60%. Takarannya jika dipegang/dikepal bahan pakan basah di tangan, tapi air tidak menetes.
  • Kemudian masukkan bahan pakan ternak tersebu dalam silo, atau tempat lainnya, ditekan agar padat, tidak ada udara(anaerob). Kemudian ditutup rapat selama 3 minggu.
Pakan komplit ini, bisa diberikan dan digunakan sesudah tiga hari proses fermentasi berlangsung, asalkan sesudah kita mengambil untuk diberi ke ternak harus ditutup rapat kembali.
Sesudah proses fermentasi sekitar 3(tiga) minggu tersebut, pakan lengkap tersebut dapat disimpan dalam kondisi terbuka namun sebelumnya harus diangin-anginkan terlebih hingga kering.
Contoh Beberapa Formulasi Pakan Kosentrat
Bahan PakanFormula IFormula 2Formula 3Formula 4
Dedak Padi75
Bekatul24,516,5
Kulit Kopi25222524
Bungkil Kopra203013,5
Bungkil Klenteng10
Onggok4856
Dedak Gandum20,5
Urea0,52
Contoh Formulasi Pakan Lengkap Berbahan Hasil Sisa(limbah) Jagung
Bahan PakanKg
Limbah Jagung Kering60
Brann/Pollard40
Tetes Tebu1
Urea0,2
Garam Dapur2
Kalsit/kapur mati2
Probiotik(starbio)0,2

Teknologi Pakan Murah Sapi Potong


Pakan murah sapi potong: Perlu dipihami bersama bahwa tidak ada strategi dan komposisi pakan sapi potong terhebat yang dapat diterapkan pada semua sistem usaha peternakan sapi potong yang tersebar di berbagai lokasi usaha.
Yang terhebat adalah strategi untuk mengungkapkan dan mengolah bahan pakan potensial setempat menjadi teknologi pakan sapi potong produk ekonomis yang aman, sehat, utuh, halal, dan tentunya yang berkualitas.
Produkdivitas ternak sapi potong, sangat dipangaruhi oleh faktor lingkungan sampai 70% dan faktor genetik hanya 30%. Diantara faktor lingkungan tersebut, aspek pakan mempunyai pengaruh yang paling besar yaitu sekitar 60%. Hal itu menunjukkan bahwa walaupun potensi genetik ternak tinggi seperti sapi Limousin, sapi simmental, sapi brahman.
Namun apabila pemberian pakan tidak memenuhi kuantitas dan kualitas, maka produksi yang tinggi tidak akan tercapai. Disamping pengaruhnya yang besar terhadap produktivitas ternak, faktor pakan juga merupakan biaya produksi yang terbesar dalam usaha peternakan. Biaya pakan ini dapat mencapai 60%-80% dari keselurahan biaya produksi.
Pakan Murah Sapi Potong
Pakan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, domba, dll) adalah hijauan, yaitu sekitar 70%-80%; namun demikian karena ketersedian pakan hijauan sangat terbatas maka pengembangan peternakan dapat diintegrasikan(digabungkan) dengan usaha pertanian sebagai strategi dalam penyedian pakan ternak melalui pemanfaatan yang optimal dari limbah pertanian dan limbah agrondustri pertanian.
Pakan hijauan identik dengan sumber serat. Warna tidak selalu hijau, tidak selau berbentuk rumput seperti yang kita ketahui (rumput gajah, rumput lapangan,dll), namun dapat berupa jerami kering (jerami padi, jerami jagung, jerami kacang, jerami kedelai, dll), dedaunan (nangka, pisang, kelapa sawit, dll) limbah industri (bagase tebu, kulit kacang, tumpi jagung, kulit kopi, kulit coklat, dll).
Pakan yang baik adalah murah, mudah didapat, tidak beracun, disukai ternak, mudah diberikan, dan tidak berdampak negatif terhadap produksi dan kesehatan ternak serta lingkungan.
Pakan Komplit   / Lengkap (complete feed)
Salah satu pengembangan teknologi formulasi pakan adalah pakan komplit feed. Semua bahan pakan yang terdiri atas hijauan (limbah pertanian) dan kosentrat dicampur menjadi stau campuran yang homogen dan diberikan kepada ternak sebagai satu-satunya pakan tanpa tambahan rumput segar.
Pakan complete feed adalah campuran dari limbah agroindusti, limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga ternak tidak perlu lagi diberi lagi pakan hijauan. Mudah untuk ditiru, di setiap pusat peternakan dengan memanfaatkan potensi bahan pakan lokal.
untuk mengetahui daftar istilah dalam peternakan, anda dapat membaca di link berikut ini: daftar istilah dalam peternakan
Kosentrat Sapi Potong
Kosentrat (Concentrate) adalah suatu bahan pakan dengan gizi tinggi yang dipergunakan bersama bahan pakan lain, untuk meningkatkan keserasian gizi dari keseluruhan pakan dan dimakan untuk disatukan dan dicampur sebagai pelengkap. Kosentrat sepi potong tidak selalu berbentuk kosentrat buatan pabrik atau yang dujual dipasaran (kosentrat komersial). Namun dapat berupa bahan pakan tunggal atau campuran beberapa bahan pakan.
Penggunaan kosentrat murah lebih dianjurkan untuk pengembangan sapi potong di wilayah potensial bahan pakan limbah pertanian, atau agroindustri pertanian berkualitas rendah diantaranya potensial limbah jerami padi, jerami jagung, dedak padi, tumpi jagung, kulit coklat, kulit kopi, bungkil sawit, kulit kacang, dll.

Kamis, 12 Mei 2016

Senin, 23 September 2013

TERNAK AYAM BROILER PEDAGING

Tingginya harga daging ayam saat ini mungkin akan menjadi sebuah pemacu minat anda untuk membuka usaha ternak ayam pedaging. Sebelum anda jauh melangkan membuka usaha ternak ayam broiler alangkah baiknya pahami terlebih dahulu sistem yang umum dijalankan oleh peternak. Selain itu sempatkan diri anda membaca analisa usaha ternak ayam pedaging dan juga resiko-resikonya. Saya lupa apakah di blog ini pernah saya butakan analisa usaha ternak ayam broiler atau belum, jadi jika tidak ditemukan mohon dikabari melalui form komentar agar saya bisa melampirkan analisa usaha tersebut.

Sistem usaha ternak ayam pedaging yang umum saat ini ada dua yakni:

  1. Sistem kemitraan, dalam kemitraan ayam broiler sama saja dengan kemitraan pada ternak ikan lele, dimana dalam kemitraan ada yang berindak sebagai Inti dan ada yang bertindak sebagai plasma. Inti dalam kemitraan ternak ayam pedaging harus dalam bentuk badan hukum yang jelas (perusahaan), apakah itu PT atau CV. Kewajiban perusahaan inti disini adalah; menyediakan bibit, menediakan pakan, menyediakan tenaga penyuluh, menyediakan obat-obatan dan menjamin pemasaran hasil panen ayam pedaging dari plasma. Namun demikian Inti juga memiliki banyak hak yang diatur jelas dalam sebuah MOU (kontrak kerjasama/ kesepakatan). Hak dan kewajiban plasma dan inti kemitraan ternak ayam broiler ini berbeda-beda pada setiap kemitraan, namun yang pasti hak dan kewajiban tersebut akan tercantum jelas pada kontrak kesepakatan. Plasma dalam kemitraan ayam pedaging adalah para peternak. Keuntungan utama budidaya ayam broiler  sebagai plasma (peternak) dengan sistem kemitraan ini adalah pemasaran hasil panen terjamin dan harganya sesuai dengan kontrak dengan perusahaan inti yang ditetapkan di awal kerjasama kemitraan.
  2. Sistem mandiri, dimana peternak ayam broiler membudidayakan ternaknya secara mandiri baik itu pendirian kandang, penyediaan DOC ayam broile, pakan, obat-obatan hingga pemasaran harus dijalankan sendiri oleh si peternak ayam pedaging tersebut. Keuntungan budidaya ayam pedaging secara mandiri salah satunya adalah harga jual ayam sesuai dengan harga pasaran, jadi ketika harga daging ayam sanagt tinggi seperti saat ini sudah bisa dipastikan peternak ayam pedaging mandiri akan memperoleh untung yang berlipat-lipat. Namun kerugiannya juga ada yakni pemasaran harus dilakukan sendiri oleh peternak sehingga hasil panen belum tentu terjual tepat pada waktu yang optimal, sehingga dapat menyebabkan kerugian besar akibat biaya pakan yang semakin hari semakin meningkat. Biaya perawatan (budidaya) ayam pedaging (broiler) yang paling besar adalah biaya pakan.

Dua hal tersebut diatas harus anda pertimbangkan sebelum menjalankan bisnis ayam pedaging, Jika anda kesulitan dalam akses pemasaran maka sebaiknya pilihlah mendirikan usaha ternak ayam pedaging dengan sistem kemitraan. Namun jika anda menguasai akses pemasaran dan memahami teknik budidaya ayam pedaging (broiler) maka sebaiknya dirikanlah peternakan ayam secara mandiri. Semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi anda yang ingin membuka usaha ternak ayam pedaging dan untuk cara ternak ayam pedaging dari hari kehari mungkin belum sempat saya samapikan saat ini namun dilain kesempatan mudahh-mudahan bisa dipublikasikan di blog ini.

MENARIK LABA DARI TERNAK SAPI RUMAHAN


Populasi penduduk di Indonesia terbesar keempat di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk yang tinggi diikuti pula dengan meningkatnya konsumsi daging sapi di tanah air terutama ketika hari raya tiba. Untuk memenuhi permintaan pasar yang kian melonjak, usaha peternakan sapi skala rumah tangga patut untuk dikembangkan. Upaya yang dinilai mampu memberi kontribusi berarti bagi roda perekonomian bangsa itu juga disinyalir bermanfaat bagi perwujudan swasembada daging sapi di tanah air.


Program usaha ternak skala rumahan terbukti membawa perubahan yang signifikan terutama bagi peternak. Program ternak rumah tangga yang ada di area Sumatra Barat (Sumbar) misalnya. Di sana, bisnis ternak sapi potong skala rumah tangga telah marak digerakkan. Dengan cara konvensional, peternak sapi potong kelas rumahan itu mampu mengembangkan usahanya dengan keuntungan yang memadai.


Sistem budi daya ternak sapi berskala rumah tangga ini sudah lama diterapkan di kota Sawahlunto, Sumbar, tepatnya sejak tahun 2003 lalu. Menurut pandangan Pemerintah Kota (pemkot) Sawahlunto, penerapan sistem ini tak hanya mendorong laju pertumbuhan produksi sapi potong dalam negeri tapi juga memberi pendapatan hingga berlipat ganda kepada peternak kecil sebagai mata pencariannya.


Usaha ternak sapi potong kelas rumahan sangat ekonomis, baik dari sisi biaya pemeliharaan maupun biaya pembuatan kandang. Karena skalanya kecil, pembuatan kandangnya pun biasanya berbentuk tunggal. Meski demikian, untuk memeroleh kualitas sapi potong yang bagus, ukuran kandang usaha sapi potong rumah tangga tak jauh berbeda dengan ukuran kandang untuk pembudidayaan sapi komersiil dalam skala besar. Begitu pula untuk masalah pakan ternak dan proses pemeliharaan sapi potong.


Para peternak sapi potong kelas rumahan diberi pelatihan khusus untuk mengikuti standard pemeliharaan sapi potong skala besar. Pelatihan ini meliputi knowledge transfer kepada peternak dalam memilih bibit sapi potong. Misalnya dari segi bentuk badan, bibit tipe sapi potong umumnya mempunyai bentuk badan persegi panjang atau berbentuk bulat silinder. Sementara badan bagian muka, tengah dan belakang tumbuh sama kuat dan garis badan bagian atas dan bawah sejajar. Dengan demikian, kualitas daging sapi potong yang dihasilkannya sama dan layak untuk dikonsumsi dengan sapi potong dari peternak kelas besar.


Pemberian kepercayaan dan pelatihan kepada peternak skala rumah tangga yang dijalankan di kawasan Sawahlunto ini membuahkan hasil yang patut dibanggakan. Dalam tempo waktu enam bulan, peternak sapi potong kelas rumahan bisa memeroleh keuntungan sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta per satu ekor sapi potong. Padahal, dalam satu rumah tangga, sapi potong yang dibudidayakan rata-rata 2 hingga 3 ekor. Kalau harga bibit satu ekor antara Rp6 juta – Rp7 juta, sementara setelah dipelihara selama 6 bulan, harga sapi di pasaran meningkat antara Rp10 – Rp11 juta, keuntungan peternak bisa mencapai Rp4 juta – Rp5 juta per ekor. Laba ini pun bisa berlipat ganda saat hari raya keagamaan tiba, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Natal.


Nah, itu baru keuntungan yang didapat jika dilihat dari sisi profit peternak. Bila dipandang dari sisi jumlah produksi ternak, katakanlah ada 1.000 peternak skala rumah tangga dalam satu kawasan dengan total ternak sapi potong sebanyak 3 ekor. Dalam waktu enam bulan sesudah melewati masa pemeliharaan akan tersedia 3.000 ekor sapi potong lokal yang siap untuk dikonsumsi.

'Manarik Laba Dari Ternak Sapi Rumahan':

Senin, 03 Juni 2013

BAKSO AYAM



Bahan :
§  250 gram daging   ayam/sapi/ikan
§  25 gram sagu aren ( 10 % dari berat daging)
§  1 sendok makan bawang putih (goreng)
§  2 sendok makan bawang merah (goreng)
§  ½  sendok teh merica halus
§  1 sendok teh gula putih
§  ½   sendok teh penyedap rasa
§  1 ujung sendok  teh polifosfat (0,3 % - 0,5 % dari berat daging)
§  1 sendok makan Garam ( 3 % dari berat daging)
§  75 gram Es batu (30 % dari berat daging)

Alat  :
§  Gilingan daging, Blender, Kompor, panci, dll

Cara membuatnya  :
§  Giling/cincang daging 
§  Tambahkan garam, folifosfat dan  es batu, kemudian blender hingga teraduk dengan rata (kira-kira 1 menit)
§  Tambahkan bahan lainnya ( sagu, bawang putih, bawang merah, merica, gula, penyedap rasa), kemudian blender kembali hingga halus
§  Cetak adonan dan masukkan ke dalam air panas (kira-kira 60º- 70 º C selama 5 menit)
§  Jika bakso telah terapung angkat dan tiriskan
§  Rebus baso hingga matang (kira-kira 5 menit) dan bakso siap dikemas